Judi Online Uang Asli Agen Judi Bola

Jumat, 18 Maret 2016

Di Depan JK, Muliaman Cerita Soal Tantangan Ekonomi RI Hadapi Tekanan Global

Di Depan JK, Muliaman Cerita Soal Tantangan Ekonomi RI Hadapi Tekanan Global


Di Depan JK, Muliaman Cerita Soal Tantangan Ekonomi RI Hadapi Tekanan Global
redwinbet -Perkembangan ekonomi di berbagai belahan dunia, berlangsung tidak berimbang. Negara Zona Euro dan Jepang masih berkutat dengan inisiatif untuk keluar dari tekanan deflasi, sementara Amerika sudah menegaskan arah pemulihan ekonominya. Pada saat bersamaan, ekonomi Tiongkok sebagai mitra dagang Indonesia utama masih juga menunjukkan perlambatan yang berlanjut.

"Kita saksikan dalam 2 minggu terakhir betapa besar tekanan yang terjadi di pasar keuangan Tiongkok," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam Pertemuan Tahunan OJK yang digelar di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Berbagai respon yang ditempuh oleh negara-negara tersebut, yang pada dasarnya bertujuan untuk membalikkan atau menguatkan proses pemulihan ekonomi negara masing-masing, pada gilirannya justru menimbulkan dinamika baru di pasar keuangan, dan memberikan tekanan yang signifikan pada pasar keuangan diemerging markets.

Namun, imbas negatif dari perkembangan yang terjadi di lingkup global tersebut berhasil dimitigasi. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari upaya bersama, termasuk berbagai kebijakan yang telah ditempuh oleh Pemerintahdan seluruh otoritas perekonomian dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

"Akhirnya, kita dapat menutup tahun 2015 dengan capaian yang cukup baik, yakni pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara emerging markets. Begitu pula dengan sistem keuangan, yang secara umum berada dalam level yang stabil," ujar dia.

Meskipun stabilitas sistem keuangan relatif tetap terjaga, perekonomian Indonesia masih tetap terekspos pada beberapa tantangan, terutama perlambatan pertumbuhan ekonomi. Apalagi, perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut diiringi oleh intermediasi lembaga jasa keuangan yang kurang optimal.

"Belum lagi kita juga menghadapi penurunan daya beli masyarakat, peningkatan kemiskinan, dan melebarnya tingkat ketimpangan seperti yang dimuat dalam rilis terakhir laporan Bank Dunia tahun lalu," katanya.

Tahun 2016 ini juga adalah tahun di mana inisiatif Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimulai. Di satu sisi tidak sedikit peluang dan kesempatan yang akan terbuka lebar, disisi lain Kita akan menghadapi tingkat kompetisi yang lebih tinggi di banyak bidang.

"Oleh karena itu, Kita harus tetap focus untuk dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi nasional yang optimal. Saya memandang momentum inflasi yang rendah harus dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan kegiatan produksi domestik, dengan memanfaatkan ruang ekspansi dari sistem keuangan. Dan hal tersebut menuntut ikhtiar total serta inisiatif dan terobosan dari kita semua," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar