Cerita SBY Saat Atasi Badai Krisis Ekonomi tanpa Merasa Jomblo
Presiden SBY mengukuhkan anggota
pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada 17
Agustus nanti, di Istana Negara, Senin (15/8). Sebanyak 66 anggota
Paskibraka, disesuaikan dengan HUT Kemerdekaan RI, diambil sumpahnya.
Foto: ABROR RIZKI / RUMGAPRES
Presiden yang akrab disapa SBY itu mengungkapkan Indonesia tidak boleh merasa sendirian dalam menghadapi pelbagai persoalan ekonomi.
Dalam dua periode kepemimpinannya, Indonesia pernah terkena dampak krisis keuangan global yang dipicu oleh persoalan kredit perumahan di Amerika Serikat pada 2008.
Akibatnya, menurut SBY, pertumbuhan ekonomi Indonesia pernah menyentuh titik terparah, berada di level 4,5 persen.
“Faktanya krisis 2008-2009 kami mampu kurangi dampaknya.”
Dia mengelaborasi bagaimana Indonesia bisa selamat dari krisis. Secara umum, menurutnya, krisis harus diselesaikan secara bersama dengan semua negara.
“Hubungan luar negeri harus tetap baik di era globalisasi, interconnected. Tidak ada negara yang jomblo, atasi masalah secara sendiri. Penting untuk memastikan yang kami lakukan sama dengan yang dilakukan dunia.” kata SBY.
Setelah itu, barulah pemerintah menjalankan strategi mengatasi krisis sesuai dengan karakteristik perekonomiannya.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertumpu pada konsumsi publik membuat pemerintah menjalankan strategi menjaga daya beli masyarakat.
“Selama masih ada demand maka sektor riil nggak akan bangkrut. Kalau perusahaan nggak bangkrut, nggak ada PHK,” imbuh SBY.









0 komentar:
Posting Komentar